Rabu, 13 April 2016

Kata-Kata Sedih Tentang Persahabatan





AKU DI MATAMU

Dulu, begitu hebatnya aku dimatamu.
Namun, semua tak seindah dulu. Tak seindah yang kita rasakan dan kita jalani bersama.
Semua habis termakan waktu, waktu yang terus berjalan menghapus semua yang dulu pernah ada. Yang dulu pernah memberi keindahan dalam kehidupan ini. Sekarang aku bagaikan Matahari terbit dari timur yang tak pernah bertemu malam, hingga sore haripun aku menanti tak akan pernah melihat suasana malam. Setelah aku terbenam dibarat, berulah malam hadir dengan berjuta bintang dan terangnya rembulan yang meski hanya sesaat.

Kita tak seperti dulu lagi, kini aku begitu rendah dimatamu, kini aku tiada berarti lagi bagimu. Aku pantas untuk kau jauhi. Aku melepaskanmu karena aku juga ingin melihat kau bahagia dengan orang-orang yang sejauh ini baik bagimu, dan aku berdoa agar mereka baik seutuhnya untukmu.
Cerita tinggallah kenangan, kenanganpun tinggal kenangan, tak ada lagi yang perlu kita banggakan dari semua itu.

Bertemu untuk berpisah memang itu hukumnya kehidupan, tak pernah manusia diciptakan untuk bersama selamanya. Karena kita punya jatah kehidupan, kita punya jatah untuk bersama. Beranjaklah kearah yang lebih terang, disana kau tak perlu lagi membutuhkan ku untuk membimbingmu dalam melangkahkan kakimu. Kalaupun disana ada rintangan yang tak bisa kau lalui sendiri, tak perlu kau ragu untuk tetap melangkah, Tuhan telah menempatkan orang-orang berhati mulia disana untukmu. Bukan aku, tapi mereka.

Aku akan pergi sama sepertimu, akan ku langkahkan kaki ini sampai membentuk jarak yang jauh, jarak yang tak bisa engkau tempuh untuk menemui aku. Sampai bertemu kembali.


14 April 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar