Kehidupan merupakan titipan dari mahakuasa yang memberi tugas dan kewajiban kepada kita dan kita hanya menjalankannya saja. Terkadang kita tidak tahu apakah itu kesialan yang menghampiri kita, atau malah justru itu adalah kebaikan yang sebenarnya tidak kita ketahui.
Mari kita belajar dari sebuah keluarga yang hidup sederhana, tampa membanggakan sesuatu dalam keluarganya kepada orang lain. Begitu hebatnya mereka menyembunyikan segala kekurangan yang ada dengan selalu bersyukuri, tetap berusaha, dan mampu tersenyum saat kesusahan dibandingkan orang kaya yang hanya bisa mengeluh saat kekurangan uang. Bahkan orang kaya seringkali lupa kepada apa yang telah Tuhan titipkan kepada mereka, hingga mereka lupa dengan nasib sesama tampa pernah berfikir bagaimana caranya mereka bisa berbagi dengan saudara-saudara yang kurang mampu namun tetap bersyukur dengan segala yang ada.
Ada sebuah percakapan antara nenek tua yang hidup serba kekurangan dengan seorang pejabat tinggi yang pada saat itu berjumpa dipersimpangan jalan, pada saat itu seorang pejabat menghampiri nenek tua itu lalu bertanya;
Pejabat: Maaf nek, mengganggu!... Nenek mengapa berdiam diri disini?... Ada yang nenek tunggu disini?...
Nenek Tua: Tidak,Nak!... Nenek hanya bersinggah sebentar saja, nenek lelah berjalan saja.
Pejabat: Nenek mau kemana?... Mengapa nenek tidak dirumah saja agar tidak lelah seperti ini?...
Nenek Tua: Nenek juga maunya seperi itu, nak! Tapi jika nenek dirumah saja, nenek tidak akan makan, dan jika nenek tidak makan, siapa yang akan memakamkan jenazah nenek?... sedangkan nenek tinggal disekitar orang-orang kaya yang sombong dan tidak pernah perduli dengan keadaan orang lain.
Pejabat: Mari, Nek?!... Nenek ikut pulang bersama saya saja, dan tinggal bersama saya. kebetulan saya hanya tinggal bersama istri saja dirumah,saya belum punya anak. Jika nenek tinggal dirumah saya, nenek bisa makan apa saja dan istirahat dirumah saja.
Nenek Tua: Tidak usah, Nak. Nenek orang tidak mampu, dan nenek tidak ingin merepotkan orang lain.
(Setelah panjang lebar mengobrol, sang nenek pun ikut bersama pejabat muda itu dan tinggal bersamanya.)
Sekian lama tinggal bersama pejabat muda tersebut, sang nenek pun heran dengan pejabat muda tersebut, karena ia menilai pejabat muda itu beda dengan pejabat lainnya yang hanya mementingkan hidup pribadi.
Sang Nenek begitu senang tinggal bersama pejabat muda itu, karena pejabat muda itu tidak pernah merasa direpotkan dan selalu bercanda ria bersama istrinya dan nenek itu.
Tetapi, sang nenek tidak mengetahui bahwa sang pejabat muda yang tampak seperti orang tidak ada masalah itu ternyata memiliki masalah besar dalam hidupnya.
Empat tahun kemudian, pejabat muda itu sudah tidak mampu lalu menahan sakit yang dideritanya yang akhirnya harus dirawat dirumah sakit, namun sayang nyawanya tidak dapat tertolongkan karena kanker otak yang dideritanya dan tidak pernah ia ceritakan pada siapa pun karena ia tidak ingin orang lain sedih karena penyakit yang dideritanya.
Sang nenek pun tidak menyangka, ternyata orang yang selama ini baik padanya, memberi ia kemewahan, dan selalu tampak bahagia ternyata tersembunyi sebuah masalah besar yang menharuskan orang yang sudah ia anggap anaknya kembali kepada sang maha pencipta.
"Sekian cerita dari saya, semoga apa yang saya ketik dapat mengajarkan dan memberi motivasi kepada saudara."
Pesan: Jangan bangga dengan apa yang menjadi titipan, dan jangan mengeluh dengan apa yang menjadi cobaan. Karena semua akan ada akhirnya!!!
By: Begi Hartono

Tidak ada komentar:
Posting Komentar